Keunggulan Backpack Esgotado

Keunggulan Backpack Esgotado, adalah bahannya terbuat dari material berkualitas tinggi. Menggunakan bahan high quality canvas, bahan kanvas tersebut memiliki sifat anti air (water repellent). Backpack Esgotado menggunakan ritsleting YKK yang sudah dikenal. Dan untuk bahan asesoris ristleting menggunakan kulit domba asli.

Berasal dari Bandung, tas brand Esgotado sudah ada sejak tahun 1988. Tidak hanya sebagai produsen tas retail, brand Esgotado sudah dikenal menjadi produsen tas, jaket, sepatu dan produk fashion lainnya.

Selain menggunakan material berkualitas tinggi, keunggulan Backpack Esgotado adalah pada model desainnya yang trendy dan menarik. Setiap pembeli tas Esgotado dijamin jadi tambah keren dan pede karena desain dan kualitas tasnya yang tidak kalah dengan produksi tas luar negeri.

Sebagai tas casual, backpack Esgotado bisa didapat di berbagai marketplace yang ada di Indonesia. Keuntungan membeli pada re-seller Esgotado adalah mendapatkan promosi free drawstring bag dan free-shipping ke seluruh Indonesia.

Backpack Esgotado cocok untuk menjadi obat keren untuk baik pria dan wanita. Siapa pun cocok untuk memakai backpack brand Esgotado. Desainnya yang casual dan unisex sudah lama menjadi keunggulan backpack Esgotado.

MILIKI PASSION

Richard Branson menyatakan bahwa salah satu RAHASIA SUKSES adalah miliki PASSION, sehingga ia bisa memiliki lebih dari 300 perusahaan di dunia dan menjadi Konglomerat dunia.

Seringkali banyak orang ingin mengetahui apa RAHASIA SUKSES dari orang-orang HEBAT, sehingga mereka bisa berhasil. Dengan mengetahui RAHASIA mereka berharap bisa ikut menjadi Hebat dan Berhasil.

Nothing great in the world has been accomplished without passion. Georg Wilhelm

Richard menegaskan”You must have a Passion for what you decide to do”

Dalam Longman Dictionary of Contemporary of English, Passion adalah ”a very strong belief or feeling about something.” atau ”a very strong liking for something.” atau kalau diterjemahkan secara bebas maka Passion adalah sesuatu kepercayaan atau feeling yang kuat terhadap sesuatu ; sesuatu rasa suka yang besar terhadap sesuatu. Sesuatu dalam hal ini adalah apa yang sudah ataupun ingin kita kerjakan.

Dengan demikian, RAHASIA SUKSES Richard Branson adalah miliki PASSION dalam mengembangkan bisnisnya dimana ada tantangan baru untuk membuka perusahaan baru ataupun melakukan sesuatu yang OUT OF THE BOX seperti tour ke luar angkasa.

Contohnya saya mempunyai rasa suka yang sangat besar sekali ketika berbicara di depan banyak orang, menjadi sales trainer yang memberikan pelatihan dan membawakan materi training kepada orang sales membuat saya bersemangat dan bergairah dengan miliki PASSION. Atau ada juga orang yang bersemangat sekali ketika mengutak-atik komputer bahkan terkadang sampai pagi, hal itu melelahkan tapi juga menyenangkan. Itulah yang disebut dengan PASSION.

Selain Richard, seorang Warren Buffet juga melakukan apa yang dia sukai setiap harinya.

Berikut ini adalah salah satu kutipan dari Warren Buffet “If there is any difference between you and me, it may simply be that I get up every day and have a chance to do what I love to do, every day. If you want to learn anything from me, this is the best advice I can give you.”

Jadi bila Anda ingin menjadi berhasil seperti Richard Branson atau Warren Buffet salah satu yang harus dimiliki adalah Passion terhadap apa yang dikerjakan.

Anda mungkin tidak bisa menjadi seperti orang lain, tapi paling tidak yang menjadi RAHASIA SUKSES adalah miliki PASSION dalam melakukan pekerjaan, sehingga Anda akan lebih bergairah dan memiliki kesempatan berhasil yang jauh lebih besar.

SEJARAH GARAM

Sejarah Garam banyak yang belum mengetahui. Sejak dahulu garam sudah memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Garam juga pernah menjadi barang pujaan dan bahkan menjadi sebagai alat pembayaran (sebagai pengganti mata uang) Garam menjadi pokok yang amat vital bagi kehidupan manusia. Reay Tannahill dalam bukunya “Food in History” menyebutkan bahwa manusia mulai memproduksi garam pada jaman neolitikum, yaitu jaman dimana manusia hidup menggunakan peralatan batu asah, pertanian menetap, peternakan, dan pembuatan tembikar (keramik yang terbuat dari tanah liat) Pada jaman millenium awal sebelum masehi, diperkirakan garam mulai diproduksi secara masal. Pada masa itu, Bangsa Mesir, Cina, dan Persia mulai memproduksi garam dengan cara menguapkan air laut dengan panas matahari (metode ini sangat cocok untuk daerah yang panas dan kering), mendidihkan air yang mengandung garam (Cara ini cocok bagi daerah dingin karena tidak memungkinkan penguapan dengan panas matahari, garam yang tertinggal pada wadah masak dapat dikerok), dan melakukan penambangan garam. Pada jaman Yunani kuno, Plato menggambarkan garam sebagai sesuatu yang dicintai para dewa.

Pada masa Romawi kuno, harga garam sangatlah mahal. Bahkan pada masa itu para pekerja dan tentara digaji dengan “Salarium”  (garam) yang dalam bahasa inggris kuno disebut dengan “Sealt“. Yang dapat diartikan sebagai Sea berarti laut dan Salt berarti garam.

Sejarah Garam di Indonesia

 

Sejarah Garam di Indonesia tencatat ditemukan pada abad 9-15 masehi, dimana garam merupakan suatu komoditi yang diangkut dengan transportasi air. pada waktu itu garam diperoleh dengan cara kuno dan erat kaitannya dengan proses pengawetan ikan/pengasinan ikan. Produksi garam di Indonesia sebelum dikuasai oleh pemerintah kolonial Belanda, hampir seluruh tambak-tambak garam dikuasai orang Tionghoa. Lalu Pemeritah Kolonial Belanda mengambil alih tambak-tambak besar di daerah Gresik, Sumenep (Madura) dan Jawa Timur. Pada Tahun 1813, Raffles memonopoli garam mulai dari produksi sampai dengan distribusi. Pada awalnya Pemerintah Kolonial Belanda hanya membeli garam dengan harga tetap kepada para petani garam. Lalu mereka membuka perusahaan dan mengambil alih  seluruh produksinya pada tahun 1936 (Sunjayadi, 2007)

Sistem yang dipakai pada saat itu, masih berlangsung dan diterapkan sampai sekarang. Para buruh bekerja membawa garam ke gudang, lalu garam dibersihkan dan dibentuk briket sebelum di distribusikan. Monopoli garam Pemerintah Kolonial Belanda semakin meluas ke pulau Sumatera dan Kalimantan. Sementara di wilayah barat daya Sulawesi produksi garam masih dikuasai pihak swasta.

Sejarah Garam pada jaman penjajahan Jepang, dimulai ketika pulau Jawa berhenti memproduksi garam, penduduk pulau Sumatera ramai-ramai merebus air laut untuk mendapatkan garam. Perusahaan garam yang telah dikuasai Pemerintah Kolonial Belanda dan berubah menjadi Perusahaan Negara pada tahun 1960 (Cribb 2004:382 dan Sunjayadi 2007)